Postingan

DIDUGA KUAT IBADAH SUNNAH YANG DILAKUKAN DIDEPAN PUBLIK MENGANDUNG UNSUR RIYA’

Gambar
DIDUGA KUAT IBADAH SUNNAH YANG DILAKUKAN DIDEPAN PUBLIK MENGANDUNG UNSUR RIYA’ Bismillah, anyeong haseoooooooooooo,,,,   puji syukur masih diberi kesempatan nangkring di blog ini. Dengan begitu kali ini saya dapat berbagi ilmu yang masih sedikit saya miliki. Kata DR.Hamam. M,H yang beliau adalah kyai ku “ilmu tidak diamalkan bagaikan pohon tanpa buah”. Mumpung aku belum praktikum, mungkin kalau praktikum sudah dimulai aku bakal menulis lagi 4 bulan kemudian dan laboratorium jadi tempat tongkrongan. Namanya juga mahasiswa biologi, bakteri aja dijagain pertumbuhanya, apa lagi anak kita nanti,,,,hehehehheh. Oke langsung saja. Selalu saja ada cara profesor iblis untuk membujuk manusia, kali ini adalah tentang riya’. Ini merupakan pengetahuan yang baru saja aku dapat tadi. Bahwa Rasulullah pernah ditanya oleh seorang sahabat tentang dimanakah sholat yang lebih utama, dimasjid ataukah dirumah. Maka Rasulullah berkata yang intinya (Saya khawatir bacaan ini bikin ngantuk, jad...

Al Husna, Pesantren Impian

Gambar
Al Husna, Pesantren Impianku           Aku melihat malam ini mendung sedang menyapa sebuah daerah di ujung timur Jawa. Suasana yang tentram dan damai malam hari kota ini mengingatkanku pada tanah kelahiran yang sudah beberapa bulan ini kutinggal pergi demi mencari sebuah ilmu. Universitas Jember atau disingkat UNEJ adalah tempatku menuntut ilmu setelah 12 tahun sudah aku menuntut ilmu di tanah handai tolanku, kota tahu Kediri. Suasana dan hawa Jember tak jauh beda dengan Kediri, bahkan bisa disebut sama persis.           Aku melihat beberapa hari ini Gusti Mulia raya memberikan hidayahnya padaku, ya sejak hasil study semester 1 keluar rasanya aku seperti membuang setengah tahun hidupku dengan sia-sia disini. Aku tidak tahu mengapa ini bisa terjadi, ini pertama kalinya aku merasakan seperti menjadi manusia terbawah dalam rantai makanan. Namun lingkungan dan suasana membawaku pada hikmah, ...

Dear Mama Project : Kan Kutebus peluhmu, mama.

KAN KUTEBUS PELUHMU, IBU             Teruntuk Ibuku tercinta, Ifa Rosidah. Tujuh belas tahun sudah aku selalu merepotkan dirimu, meminta-minta sesuatu yang kau akan kesulitaan untuk membelinya. Kini aku sadar tidak ada resep makanan yang lebih enak dan tidak membosankan kecuali masakanmu. Di ujung Jawa Timur akhirnya aku sadar, betapa tidak ada sosok yang lebih berharga dalam hidu selain dirimu, ibu.             Kemarin menjelang keberangkatanku ke kota ini kulihat kau tengah sibuk, yah kau sibuk dengan dirimu sendiri. Mempersiapkan bekal bekerjamu tiap pagi dan pulang setelah asyar. Setelah dua hari dirumah pasca regirtrasi ulang di Universitas baruku, hari itu aku akan berangkat ke Jember lagi, ibu. Dan kau masih tetap seperti biasa, sibuk dengan pekerjaanmu, berangkat pagi, pulang sore, sampai dirumah sibuk membersihkan rumah dan masak, malam hari kemudian engkau ter...